Kembali Andi tidak mau mengeluh. Andi hanya ingin belajar dan menyelesaikan studi dengan baik. Sebagaimana pernah Andi jalani di masa S1, Andi juga membangun kebiasaan belajar sendiri. Bagi Andi, ilmu yang ada harus Andi kuasai dan kembangkan lagi dengan lebih baik. Kembali salah satu motivasi adalah Andi ingin orangtua bisa berbangga hati melihat anaknya menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Proses pendidikan 2 tahun . Andi lulus dan berhasil menggondol
gelar Magister Manajemen (M.M) dalam usia yang masih sangat muda: 36 tahun.
Persis ketika Andi
selesai ujian meja hijau dan
mempertahankan tesis Andi, Andi sampaikan kepada Abi. Di unjung telpon, Andi
mendengar betapa bahagianya suaranya kala itu.
Bagi Andi, mencapai gelar master saat
itu bagaikan menyusun sebuah undakan batu setingkat lebih tinggi dari yang
sebelumnya. Berarti hanya tinggal selangkah lagi Andi sampai ke langkah
berikutnya. Begitulah dalam pikiran Andi. Andi berangan-angan untuk bisa
melangkahkan kaki ke jenjang studi tingkat doktor. Masa itu, belum banyak orang
bergelar doktor. Dan Andi membayangkan bahwa Andi hanya tinggal selangkah lagi
agar sampai ke sana, Ternyata persoalan tidak selesai dengan berhasilnya Andi
menggondol gelar master. Persoalan berikutnya adalah tuntutan orang tua untuk
menunjukkan kepada mereka bahwa Andi telah bekerja. Bagi orangtua di zaman
Andi, bekerja berarti menjadi PNS. Di luar itu, bukan bekerja. Sesederhana
itulah cara berpikir orangtua Andi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar