Rabu, 21 Juli 2021

Belajar di Pasca Sarjana

 

Kembali Andi tidak mau mengeluh. Andi hanya ingin belajar dan menyelesaikan studi dengan baik. Sebagaimana pernah Andi jalani di masa S1, Andi juga membangun kebiasaan belajar sendiri. Bagi Andi, ilmu yang ada harus Andi kuasai dan kembangkan lagi dengan lebih baik. Kembali salah satu motivasi adalah Andi ingin orangtua bisa berbangga hati melihat anaknya menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.



Proses pendidikan  2 tahun . Andi lulus dan berhasil menggondol gelar Magister Manajemen (M.M) dalam usia yang masih sangat muda: 36 tahun. Persis ketika Andi

selesai ujian meja hijau dan mempertahankan tesis Andi, Andi sampaikan kepada Abi. Di unjung telpon, Andi mendengar betapa bahagianya suaranya kala itu.

Bagi Andi, mencapai gelar master saat itu bagaikan menyusun sebuah undakan batu setingkat lebih tinggi dari yang sebelumnya. Berarti hanya tinggal selangkah lagi Andi sampai ke langkah berikutnya. Begitulah dalam pikiran Andi. Andi berangan-angan untuk bisa melangkahkan kaki ke jenjang studi tingkat doktor. Masa itu, belum banyak orang bergelar doktor. Dan Andi membayangkan bahwa Andi hanya tinggal selangkah lagi agar sampai ke sana, Ternyata persoalan tidak selesai dengan berhasilnya Andi menggondol gelar master. Persoalan berikutnya adalah tuntutan orang tua untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Andi telah bekerja. Bagi orangtua di zaman Andi, bekerja berarti menjadi PNS. Di luar itu, bukan bekerja. Sesederhana itulah cara berpikir orangtua Andi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar