Rabu, 14 Juli 2021

Orang Tobiang Pondom di Rao Selatan

Orang Tobiang Pondom di Rao Selatan


Andi adalah orang Tobiang Pondom di Rao Selatan. Dan selamanya Andi tidak pernah memungkiri itu. Sampai kapan pun Andi adalah orang yang dilahirkan sebagai suku Manday. Tetapi Andi tidak mau hidup seperti “orang Tobiang Pondom dalam pikiran” teman-teman Andi. Mungkin mereka sudah mempersepsikan sendiri bahwa orang Tobiang Pondom seperti ini, seperti itu. Andi tidak mau membenarnya. Andi tunjukkan kalau Andi berbeda dan tidak seperti yang mereka bayangkan.

Suatu hari, sebagai ilustrasi, ada seekor gajah. Ia tidak puas terhadap dirinya sendiri. Ia meminta para dewa menjadikannya seekor burung. Maka gajah tersebut diberikan kemampuan bisa terbang. Pertama-tama ia memang menikmatinya. Terbang kesana-kemari dengan sensasi yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Lama kelamaan, ia merasa kelelahan karena harus membawa beban berat badannya yang berukuran 1 ton itu terbang. Tak puas, ia kembali menjumpai para dewa, dan meminta untuk dijadikan menjangan saja. Para dewa pun memberikannya kekuatan seperti menjangan. Ia pun bisa berlari secepat kilat. Ia meloncat sana sini kegirangan. Belakangan ia sadar bahwa semua rerumputan hancur karena badannya yang besar itu. Semua binatang ketakutan melihatnya meluncur kemana-mana. Menyesal, ia meminta dijadikan seperti ikan. Para dewa pun masih mengabulkannya. Sang gajah pun berenang sepuas hatinya. Seketika, air sungai meluap dan menjadi kering, karena badannya yang begitu besar. Ia kemudian menjumpai para dewa lagi. Kali ini bukan untuk meminta para dewa menjadikannya sebagai binatang lain lagi. Gajah itu meminta para dewa mengembalikannya seperti semula. Menjadi gajah saja sudah cukup baginya. Ia ingin tetap sebagai gajah selamanya

 

Banyak orang tidak bisa mendefinisikan siapa dirinya. Akibatnya berakhir dengan kegagalan. Mereka mencoba meniru orang lain, karena tidak mampu menemukan dirinya sendiri dan tidak mampu menciptakan mimpi yang diyakini. Orang-orang seperti demikian tidak bisa mencapai apa-apa. Mereka akan segera kehilangan jati diri. Mereka lupa bahwa meski pun mereka “hanya” gajah, mereka pasti memiliki kekuatan besar untuk menjadi dan melakukan sesuatu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar