Orang Tobiang Pondom
di Rao Selatan
Andi adalah orang Tobiang
Pondom di Rao Selatan. Dan selamanya Andi tidak pernah memungkiri itu. Sampai
kapan pun Andi adalah orang yang dilahirkan sebagai suku Manday. Tetapi Andi
tidak mau hidup seperti “orang Tobiang Pondom dalam pikiran” teman-teman Andi.
Mungkin mereka sudah mempersepsikan sendiri bahwa orang Tobiang Pondom seperti
ini, seperti itu. Andi tidak mau membenarnya. Andi tunjukkan kalau Andi berbeda
dan tidak seperti yang mereka bayangkan.
Suatu hari, sebagai
ilustrasi, ada seekor gajah. Ia tidak puas terhadap dirinya sendiri. Ia meminta
para dewa menjadikannya seekor burung. Maka gajah tersebut diberikan kemampuan
bisa terbang. Pertama-tama ia memang menikmatinya. Terbang kesana-kemari dengan
sensasi yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Lama kelamaan, ia merasa
kelelahan karena harus membawa beban berat badannya yang berukuran 1 ton itu
terbang. Tak puas, ia kembali menjumpai para dewa, dan meminta untuk dijadikan
menjangan saja. Para dewa pun memberikannya kekuatan seperti menjangan. Ia pun
bisa berlari secepat kilat. Ia meloncat sana sini kegirangan. Belakangan ia
sadar bahwa semua rerumputan hancur karena badannya yang besar itu. Semua
binatang ketakutan melihatnya meluncur kemana-mana. Menyesal, ia meminta
dijadikan seperti ikan. Para dewa pun masih mengabulkannya. Sang gajah pun
berenang sepuas hatinya. Seketika, air sungai meluap dan menjadi kering, karena
badannya yang begitu besar. Ia kemudian menjumpai para dewa lagi. Kali ini
bukan untuk meminta para dewa menjadikannya sebagai binatang lain lagi. Gajah
itu meminta para dewa mengembalikannya seperti semula. Menjadi gajah saja sudah
cukup baginya. Ia ingin tetap sebagai gajah selamanya
Banyak orang tidak bisa mendefinisikan siapa dirinya. Akibatnya berakhir dengan kegagalan. Mereka mencoba meniru orang lain, karena tidak mampu menemukan dirinya sendiri dan tidak mampu menciptakan mimpi yang diyakini. Orang-orang seperti demikian tidak bisa mencapai apa-apa. Mereka akan segera kehilangan jati diri. Mereka lupa bahwa meski pun mereka “hanya” gajah, mereka pasti memiliki kekuatan besar untuk menjadi dan melakukan sesuatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar