Kamis, 15 Juli 2021

Sabar Sarapan Lontong Sayur Rp 10.000

 



Terpaksalah Andi harus mengalah. Andi menunggu mereka tidur untuk kemudian memulai belajar ketika malam sudah mulai larut. Jelas tidak mudah melakukannya sementara jadwal tidur siang Andi tidak ada. Cara lain ialah menghabiskan waktu sepulang kuliah di perpustakaan.

 

Diperpustakaan Daerah , ada ruang belajar yang dapat digunakan sampai malam. Hanya, Andi pulangnya memang harus melintasi jalan yang agak sepi dan gelap. Beruntung sekali-sekali ada teman pulang ke arah yang sama.

 

Pengalaman belajar dalam situasi yang tidak mudah tersebut jelas bukan penghalang. Andi tetap harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Andi mengerti kesulitan orangtua Andi. Setahun lamanya Andi ditumpangkan ke rumah kerabat sebelum akhirnya berada di indekos sendiri. Tetapi setahun kemudian, Andi tetap harus belajar menahan diri. Meski Abi dan Mama sudah bisa membayar kos Andi—pasti dengan susah payah—Andi tetap belum bisa menikmati hidup selayaknya anak kos.

 

Sarapan pagi, di tahun kedua Andi kuliah, dapat dikatakan harus Andi lewatkan, demi menghemat biaya hidup. Badan Andi yang memang dasarnya kurus kerempeng, saat itu menjadi lebih “langsing” karena Andi Andi hanya sarapan pagi segelas kopi dan biskuit saja serta lontong sayur harga Rp. 10.000

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar