Apakah mimpi Andi untuk melanjutkan studi
sampai jenjang doktor karena Andi kini sudah memiliki master? Tidak. Sama
sekali tidak. Andi justru menyimpan cita-cita itu erat-erat. Andi masih terus
menggoreskan batas akhir Andi yaitu pada level doktor. Dan itu tidak pernah
berhenti. Setiap kali Andi melihat mereka yang bergelar doktor, Andi diingatkan
kembali akan mimpi bertahun-tahun yang lalu ketika berulang-ulang kali Andi
menuliskan nama Andi di selembar kertas.
Setelah
berdiskusi dengan keluarga, maka Andi memutuskan untuk kembali melamar dan mencoba
ikut seleksi daftar program doktor persis pada tahun 2019. Sebagai konsekuensi,
tapi Andi gagal untuk pertama karena kekurangan biaya kuliah, Kemudian daftar
lagi di 2020 juga gagal, jika bisa di angsur mungkin akan lanjut sampai tamat
ternyata untuk sekolah sampai doctor perlu biaya yang lumayan banyak . Andi
mencoba mengirimkan surat dalam bentuk email
kepada mereka.
Berkomunikasi dengan mereka mengenai topik penelitian yang akan Andi kerjakan, jelas membutuhkan persiapan setidaknya dari aspek teknis penelitiannya. untuk mendukung Andi di dalam mempersiapkan lamaran ini. Terus terang, mempertimbangkan usia yang semakin tidak lagi muda, Setahu Andi, jika umur sudah melewati batas 60 maka akan semakin langka-kekuatan fisik untuk belajar, Saat itu usia Andi sudah 44 tahun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar