Minggu, 18 Juli 2021

Mengukur Diri Sendiri

 Satu hal lain lagi, Andi tidak pernah menyontek. Sewaktu mahasiswa, Andi bangga karena Andi tidak mau culas. Menyontek adalah salah satu larangan Abi dari dulu. Dari kecil kami selalu diajarin untuk jujur dalam belajar. Karena itu, Andi memang tidak punya tempat dengan istilah nyontek atau memberikan contekan. Abi selalu mendidik

kami dengan menyatakan bahwa tidak penting berprestasi atas keringat orang lain. Yang penting adalah jujur. Prestasi karena diri sendiri lebih berharga dan lebih bernilai.

 


Fenomena ini marak di kalangan mahasiswa. Dulu mahasiswa juga melakukannya. Untuk menghindarinya, Andi sering duduk di barisan terdepan, jika ujian. Andi memang tidak mau memberitahukan jawaban terhadap soal ujian. Pernah, ada teman yang menendang-nendang kursi Andi dari belakang meminta contekkan. Andi diamin saja. Seusai ujian, Andi dijauhi. Andi biarin saja.

 

 Andi selalu menanamkan dalam hati jika Andi tidak ingin mengotori prestasi Andi dengan peran serta orang lain. Bukankah jika kita menyontek maka nilai yang kita dapatkan tidak lagi murni usaha kita, melainkan termasuk usaha orang lain juga? Berulang-ulang Andi selalu menyampaikan kepada mahasiswa yang Andi ajarkan bahwa menyontek ketika ujian tidak ada artinya. Selain kita tidak bisa mengukur diri sendiri, yang kita peroleh, andaikan prestasi, adalah kepalsuan semata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar