Satu hal lain lagi, Andi tidak pernah menyontek. Sewaktu mahasiswa, Andi bangga karena Andi tidak mau culas. Menyontek adalah salah satu larangan Abi dari dulu. Dari kecil kami selalu diajarin untuk jujur dalam belajar. Karena itu, Andi memang tidak punya tempat dengan istilah nyontek atau memberikan contekan. Abi selalu mendidik
kami dengan menyatakan bahwa tidak
penting berprestasi atas keringat orang lain. Yang penting adalah jujur.
Prestasi karena diri sendiri lebih berharga dan lebih bernilai.
Fenomena ini marak di kalangan
mahasiswa. Dulu mahasiswa juga melakukannya. Untuk menghindarinya, Andi sering
duduk di barisan terdepan, jika ujian. Andi memang tidak mau memberitahukan
jawaban terhadap soal ujian. Pernah, ada teman yang menendang-nendang kursi
Andi dari belakang meminta contekkan. Andi diamin saja. Seusai ujian, Andi
dijauhi. Andi biarin saja.
Andi selalu menanamkan dalam hati jika Andi
tidak ingin mengotori prestasi Andi dengan peran serta orang lain. Bukankah
jika kita menyontek maka nilai yang kita dapatkan tidak lagi murni usaha kita,
melainkan termasuk usaha orang lain juga? Berulang-ulang Andi selalu
menyampaikan kepada mahasiswa yang Andi ajarkan bahwa menyontek ketika ujian
tidak ada artinya. Selain kita tidak bisa mengukur diri sendiri, yang kita
peroleh, andaikan prestasi, adalah kepalsuan semata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar