Memang perlu waktu bertahun-tahun untuk menuntaskan sebuah mimpi. Jika pada tahun 1996 Andi memimpikan untuk bisa menempuh jenjang pendidikan paling tinggi, dan andaikan Andi menyelesaikan studi pada tahun 2022 nanti, maka butuh 26 tahun mewujudkan mimpi itu! Itu bukan waktu yang sedikit dengan berbagai hal yang mungkin terjadi diantaranya. Tetapi kesabaran dan ketekunan untuk menanti impian memang mutlak dibutuhkan, bersamaan dengan mentalitas yang bersedia menanti dan tak ingin lekas kecewa atau putus harapan.
Andi tahu tidak perlu terburu-buru
meski Andi memiliki batas tertentu yang Andi buat. Diantara waktu yang cukup
lama sebelum kemudian melanjutkan studi Pasca sarjana , Andi harus mengurus
banyak hal, membagi diri dengan keluarga dan berperan didalam berbagai
aktivitas yang juga tidak kalah penting. Selain itu Andi juga terus menerus
menghasilkan buku dan tulisan sebagai sarana menyebarluaskan pemikiran bagi
orang lain.
Kesabaran dan ketekunan sudah lama Andi
lihat prosesnya sewaktu Andi kecil. Dahulu Ummi suka membuat rajutan dengan
berbagai bentuk. Awalnya Andi melihat Ummi membuat rajutan dengan menggunakan
kain yang kecil. Tetapi kemudian Andi melihat Ummi mengerjakan rajutan dengan
kain beserta motif yang semakin besar. Pekerjaan
merajut jelas memerlukan waktu yang
tidak singkat. Akan tetapi, saat rajutan itu sudah jadi, seketika kelelahan
selama mengerjakannya buyar. Terbenam oleh kenikmatan menyaksikan keindahan
rajutan itu.
Siapa bilang tidak ada tangisan dan
rasa kecewa? Andi mengalami berkali-kali. Jelas memberikan dampak yang kuat
terhadap rasa percaya diri Andi. Tetapi Andi harus terus belajar mengelola rasa
kecewa dengan hal-hal positif lainnya. Mana mungkin Andi bisa mendapatkan mimpi
Andi jika Andi membiasakan diri galau?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar