Sampai akhirnya Andi menyelesaikan
studi sarjana di Fakutas Teknik UIS, tanda-tanda akan studi lanjut sama sekali
belum ada. Seusai wisuda, Andi memang memutuskan untuk tetap tinggal di Tanjung
Piayu. Andi bekerja sebagai Guru Honorer di beberapa Sekolah Swasta atas
rujukan dari beberapa dosen semasa sekolah di FT. Selain itu, Andi menekuni pekerjaan
sebagai Marketing beberapa perusahaan .
Beberapa bulan bekerja, suatu hari Andi
membaca informasi di sebuah koran nasional mengenai pembukaan Guru ASN untuk di
tempatkan Sekolah Menengah Kejuruan , Kala itu, Penerimaan Calon Guru tidak
seperti saat ini secara Online Melainkan surat lamaran yang ditulis tangan di
kirim melalui Pos Indonesia dengan biaya pegiriman Rp. 10.000,
. Tujuannya adalah memberikan Kesempatan
kepada Masyarakat yang ingin mengabdikan diri untuk menjadi tenaga pendidikan, kepada
seluruh pelamar yang berusia maksimal 35 tahun. Sinyal Andi segera menangkap
peluang besar itu.
Segera Andi baca kembali informasi tersebut
secara detail lalu mempelajari persyaratannya. Andi langsung mempersiapkan
berkas lainnya dan sembari melakukannya, Andi mulai menulis surat lamaran di
kertas HVS Ukuran A4, Kembali menulis dengan rapi dan beberapa gagal menulis
tangan dengan baik dan rapi, ternyata butuh kesabaran menulis dengan tangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar