Pertama-tama tulisan yang Andi buat, ditolak oleh koran. Jelas Andi sangat sedih. Tulisan yang menurut Andi sudah Andi tuliskan dengan baik, tidak dimuat. Tetapi Andi berlapang dada menerimanya. Cita-cita untuk melanjutkan studi dan mendapatkan peran sebagai penulis, jauh lebih besar daripada sekadar kecewa. Karena itu Andi tidak pernah menyerah untuk terus mencoba. Andi lakukan dua hal sekaligus, menulis opini ke media massa dan menulis buku.
Beruntunglah Andi karena mempunyai
bakat menulis dan diasah sejak kecil . Setelah melewati berbagai penolakan,
maka jadilah tulisan Andi terbit di berbagai koran lokal. Setiap kali tulisan
dimuat, Andi semakin rajin. Andi mengusahakan tulisan Andi terbit sesering
mungkin. Karena semakin banyak tulisan, maka ada alasan bagi Andi untuk
menyatakan diri layak menerima sebuah beasiswa. Pintu untuk bersekolah lagi
semakin terbuka lebar dengan semakin seringnya tulisan Andi dimuat di media.
Kecewa menghampiri. Biasanya jalan Andi
lebih sering mulusnya daripada mandeknya. Andi sempat berkecil hati dan kecewa.Akan
tetapi, itu tidak lama. Andi bertekad harus lebih banyak lagi berusaha.
Kegagalan membuat Andi mencari ikhtiar yang lebih luas lagi dalam
memperlihatkan kualitas diri. Ujian kesabaran bagi Andi sedang berlangsung.
Andi mengingatkan diri sendiri bahwa mimpi Andi belum tuntas. Andi harus segera
menjadikan kekecewaan sebagai kekuatan untuk maju
Luar biasa tulisan nya dikumpulkan di buat buku pak ust.
BalasHapusLanjutkeennnnn
Salam literasi.
Terima kasih Ketua Forum TBM Kota Batam 2019-2024
BalasHapus