Kamis, 08 Juli 2021

Di usia paling dini, bayang-bayang mengenai masa depan seseorang harus sudah diasah

 



Itulah hidup. Andi tidak terlalu percaya pada yang namanya kecerdasan bawaan. Di sebuah t-shirt pernah Andi baca tulisan bahwa kecerdasan hanya 1 persen dibawa karena lahir, sementara 99 persen karena bentukan. Andi percaya itu. Andi mengamini sebuah tulisan di t-shirt Andi yang bertuliskan: Yes, We Can. Persis seperti kalimat Presiden Obama yang terpilih untuk pertama kalinya. Melintasi batas-batas kemustahilan, Obama membuktikan bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang melewati batas-batas fisik yang sangat terbatas itu,

 Banyak orang kemudian berhasil menjadi diri sendiri, yaitu menemukan sifat gen yang diwarisinya dari dalam kandungan, karena berada dalam keluarga dan bentukan yang tepat. Mereka benar-benar mendapatkan kapasitas optimum dari dirinya sendiri karena orangtua yang mendidiknya, atau bahkan lingkungannya berada, membuatnya mampu mengeluarkan seluruh energi yang sesungguhnya dimilikinya dari dalam kandungan. Tetapi endingnya ada lebih banyak yang tidak mampu menjadi seperti seharusnya dirinya.

 

Pernah mendengar mengenai elang di sarang ayam? Tentu sebagian besar diantara kita pernah mendengar hal itu. Anak elang yang besar dikandang ayam, akan merasa tetap sebagai ayam, selamanya. Sampai jika ada yang memberitahu kepadanya bahwa ia adalah elang, maka ia tidak akan pernah menjadi elang yang sesungguhnya. Ia akan tetap diam di kandang ayam, dan tidak akan pernah bisa melakukan apa yang seharusnya bisa dia lakukan. Meski potensi dasarnya adalah elang, maka ia akan mati sebagai ayam.

 

Terus terang, Andi beruntung bahwa Andi bisa menemukan diri Andi, sejak kecil, karena diberitahu oleh orang terdekat Andi mengenai Andi mampunya apa dan bisanya apa. Andi beruntung karena dengan demikian Andi tidak perlu menghabiskan banyak waktu di tahun-tahun berikutnya untuk mengetahui diri Andi. Dan karena itulah maka Andi tidak perlu mencari-cari seperti apa diri Andi, hari ini kita menyaksikan begitu banyak anak-anak muda yang kehilangan kemampuan menemukan dirinya sendiri. Mereka sering tidak bisa menjawab hendak menjadi apa. Banyak diantaranya yang kemudian meninggalkan bangku sekolah. Mereka kehilangan kesempatan untuk menjadi diri mereka di saat yang paling awal. Akibatnya banyak yang harus membuang beberapa tahun untuk sekedar menjadi seseorang.

 

Tidak bisa tidak, di usia yang paling dinilah seharusnya seseorang bisa membayangkan masa depannya. Di usia paling dini, bayang-bayang mengenai masa depan seseorang harus sudah diasah, dilatih dan diletakkan. Sesudah ia dewasa, ia akan menemukan sendiri apa yang menjadi keinginannya sesuai dengan dirinya sendiri, Sebagai seseorang dengan penampilan pas-pasan karena Abi dan Ummi tidak punya cukup uang untuk membelikan pakaian, jelas awalnya Andi sangat minder.

#Irwandhie

1 komentar: