Biaya hidup dengan menyewa kamar sendiri bervariasi. Di Duriangkang Andi hanya mengeluarkan Rp.450.000-550.000 per bulannya, sementara di Mangsang Andi harus merogoh kocek sebesar Rp.600.000 setiap bulannya termasuk biaya internet. Sisanya Andi memang harus menggunakan uang dengan bijak. Tetapi dari pengalaman Andi, uang yang diberikan oleh Abi dan Ummi, pasti cukup.
Hidup
sebagai seorang mahasiswa yang berjuang untuk belajar dan menyelesaikan
pendidikannya jelas tidak mudah. Tetapi pasti bisa. Penulis surel itu adalah
teman Andi bernama Dahlan. Apakah bisa menebak seperti apa orangnya? Pasti
tidak. Mudah-mudahan tidak terkejut jika Andi menjelaskan bahwa Dahlan adalah
seorang Pengusaha Muda , Petani yang sukses di Kaban Jahe. Ya, Dahlan teman Andi itu seorang yang sangat semangat
dalam berusaha.
Tetapi, cermatilah isi tulisannya, bagaimana Dahlan
menuntun Andi untuk bisa sampai ke Duriangkang
pada tahun 2020. Ia menjelaskan mengenai
segala sesuatu yang harus Andi ketahui, bukan saja mengenai akomodasi kampus
tetapi juga mengenai penjemputan Andi. Pada tahun 2020, ketika sampai di Sekupang,
memang yang menjemput Andi adalah Dahlan.
#Istikamahberbagi#irwandhie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar