Salah satu yang harus Andi lalui adalah perubahan cuaca. Perubahan musim dua kali dalam setahun memang harus dibiasakan. Di setiap musim, kita harus mengubah pakaian dan sepatu. Itu yang paling utama. Hidup memang lebih ribet ketika memasuki musim Panas.
Apa boleh buat kita harus menyesuaikan diri.
Terkadang capek juga menggunakan baju yang tipis tipis. Itulah pengalaman yang
harus dijalani sepanjang berada di wilayah yang sering disebut daerah Kepulauan.
Langit Duriangkang memang sangat indah, birunya luar biasa cerah.
Tetapi ketika ada cuaca ekstrem,
birunya langit itu akan selalu kita rindukan Sewaktu Andi di Duriangkang, cuaca
memang sangat ekstrem. Badai dan hujan es menyebabkan suasana terkesan begitu
muram. Tetapi pengalaman indah merasakan hujan deras untuk pertama sekalinya
memang luar biasa. Hari itu, ketika masih sangat pagi, Andi melihat hujan turun
perlahan-lahan.
Penasaran, Andi langsung keluar untuk melihat
bentuknya. Andi genggam dan coba rasakan. seperti orang lain, Andi mencoba
menikmati gumpalannya. Tetapi kemudian air hujan hanya menyisakan masalah karena cuaca akan
semakin dingin. Tahun pertama di Mangsang Andi beruntung karena hujan memang beberapa kali muncul tetapi tidak
sampai menimbulkan banjir.
Itu sangat Andi syukuri. Memang cuaca
dingin, tetapi tidak sampai membuat pengalaman menikmati cuaca ekstrem seperti
di Duriangkang terulang kembali. Padahal, untuk “menyambut” musim dingin, Andi
sudah membeli selimut yang bisa meningkatkan suhu sebesar 16 derajat lebih
tinggi jika kita berada di baliknya. Harganya lumayan. Akhirnya Andi
menyimpannya mana tau cuaca dingin yang lebih buruk akan terjadi pada akhir
tahun ini.#istikamahberbagi#irwandhie#cerpenke50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar