Jadi, ada semacam group meeting dimana masing-masing memberikan masukan dan kritik kepada temannya. Ini tentunya akan sangat menolong didalam memperbaiki konsep kita atau mengetahui konsep yang sedang diteliti oleh teman lain. Andi sangat beruntung karena ada teman yang sangat kritis sehingga Andi selalu bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda dari caranya menyampaikan pendapat.
Tentu saja dibutuhkan kematangan sehingga
setiap kritik harus selalu ditanggapi dengan positif dan penting. Di dalam
menuliskan sesuatu, Dosen Andi selalu menggunakan satu kalimat: take the reader by the hand. Artinya, ia
meminta Andi jika menulis pekerjaan Andi, benar-benar mempertimbangkan
pembacanya. Andi harus menuliskan sesuatu yang harus jelas kepada para pembaca.
Sepanjang para pembaca belum jelas,
maka sepanjang itulah Andi harus terus merevisi karya Andi. Beruntunglah jika
Andi memiliki teman-teman yang berada dalam satu kelompok karena merekalah
pembaca pertama Andi sebelum penelitian Andi dibaca oleh orang lain.
Tulisan kita harus terus menerus dibaca dan
diperbaiki berulang-ulang. Kertas-kertas draf dan revisi penuh coretan adalah
hal biasa. Itulah risiko untuk menghasilkan sebuah tulisan yang dimengerti oleh
pembacanya.#Tantangan Gurusiana#Gurusiana 365

Tidak ada komentar:
Posting Komentar