Memasuki level yang lebih tinggi
tuntutannya itu jelas adalah pengalaman baru bagi Andi. Awalnya Andi memang
sedikit terkejut dan tidak menyangka bahwa dinamika kehidupan seorang mahasiswa
Master akan begitu. Tetapi tidak ada pilihan, adaptasi harus cepat dilakukan
jika kita ingin memperoleh hasil yang baik.
Soal dukungan kampus, Andi sangat senang. Andi
diberikan ruang kerja, Laptop untuk bekerja dan akses yang penuh untuk berbagai
tujuan akademik. Artinya, persoalan terbesar itu bukan pada fasilitas, tetapi
pada diri kita sendiri.
Pada level ini, Andi juga mengetahui
betapa besarnya peran seorang Dosen pada kita. Ia, Dosen Andi tersebut, memang
telah berkomunikasi dengan Andi di saat Andi hendak mendapatkan persetujuan
dari dia. Tetapi bertemu langsung dan berdiskusi setidaknya sekali dalam
seminggu jelas situasinya amat berbeda.
Untungnya Andi, Dosen Andi amat baik. Ia mampu
menjadi seorang Dosen yang mampu memberikan Andi konsep-konsep keilmuan yang
harusnya Andi ketahui. Pada saat yang sama ia juga bisa berperan sebagai
seorang teman, yang bercerita mengenai sesuatu diluar penelitian yang sedang
Andi kerjakan.
Kedua hal itu, secara dinamis akan berjalan secara paralel. Bahkan ia pun tidak jarang memotivasi Andi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan Andi. Andi benar-benar beruntung karena mendapatkan orang yang tepat untuk memberikan bimbingan kepada Andi. Beberapa kali Andi bahkan datang ke rumahnya, belajar di perpustakaan pribadinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar