Selasa, 03 Agustus 2021

Dinamika Kehidupan Seorang Mahasiswa

 

Memasuki level yang lebih tinggi tuntutannya itu jelas adalah pengalaman baru bagi Andi. Awalnya Andi memang sedikit terkejut dan tidak menyangka bahwa dinamika kehidupan seorang mahasiswa Master akan begitu. Tetapi tidak ada pilihan, adaptasi harus cepat dilakukan jika kita ingin memperoleh hasil yang baik.

 

 Soal dukungan kampus, Andi sangat senang. Andi diberikan ruang kerja, Laptop untuk bekerja dan akses yang penuh untuk berbagai tujuan akademik. Artinya, persoalan terbesar itu bukan pada fasilitas, tetapi pada diri kita sendiri.



 

Pada level ini, Andi juga mengetahui betapa besarnya peran seorang Dosen pada kita. Ia, Dosen Andi tersebut, memang telah berkomunikasi dengan Andi di saat Andi hendak mendapatkan persetujuan dari dia. Tetapi bertemu langsung dan berdiskusi setidaknya sekali dalam seminggu jelas situasinya amat berbeda.

 

 Untungnya Andi, Dosen Andi amat baik. Ia mampu menjadi seorang Dosen yang mampu memberikan Andi konsep-konsep keilmuan yang harusnya Andi ketahui. Pada saat yang sama ia juga bisa berperan sebagai seorang teman, yang bercerita mengenai sesuatu diluar penelitian yang sedang Andi kerjakan.

 

 Kedua hal itu, secara dinamis akan berjalan secara paralel. Bahkan ia pun tidak jarang memotivasi Andi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan Andi. Andi benar-benar beruntung karena mendapatkan orang yang tepat untuk memberikan bimbingan kepada Andi. Beberapa kali Andi bahkan datang ke rumahnya, belajar di perpustakaan pribadinya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar