Mimpi itu, kemudian terwujud 12 tahun kemudian, ketika atas nama bangsa Indonesia, Soekarno mengucapkan, “Kami menyatakan kemerdekaan”. Karena impian besar itu, Soekarno bertahan dari penjara ke penjara.
Semangat yang berkobar-kobar juga ia tetap
miliki. Ketabahan, kesabaran, ketekunan, memang lahir dari sebuah impian
dasyat. Masih ada tokoh lain yang bisa kita sebutkan sebagai contoh impian yang
terwujud. Adalah RA Kartini, yang dalam salah satu surat kepada sahabatnya,
menulis, “Tradisi yang tak terpatahkan berabad-abad membelenggu kami sekarang
secara kuat.
Suatu hari belenggu itu akan melemah
dan kami bisa menentangnya. Tak akan lama. Tiga atau empat generasi mendatang……
Kami akan menggoyah-goyahkan gedung feodalisme itu dengan segala tenaga yang
ada pada kami, dan bahkan seandainya hanya ada satu potong batu yang jatuh,
kami akan mengganggap hidup kami tidak sia-sia Impian Kartini itu pun secara
perlahan terwujud di Indonesia dimana kini emansipasi kaum perempuan semakin
kencang disuarakan dan posisi perempuan semakin mendapatkan tempat yang lebih
baik di negeri ini.
Kisah-kisah di dunia ini juga diwarnai
oleh para pemimpi yang menggaungkan kemampuan mereka bertahan dalam kesulitan,
demi meraih mimpinya itu. Dr. Martin Luther, pemenang Nobel Perdamaian tahun
1964, yang terkenal dengan pidatonya berjudul I Have A Dream menyatakan impiannya mengenai Amerika yang bebas
dari perbudakan. Dr. Marin Luther dalam pidatonya yang sangat terkenal itu. #Istikamahberbagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar