Kamis, 26 Agustus 2021

Lenteramu Sudah Padam

 

Andi ingin lebih banyak orang bermimpi untuk terus bersekolah. Satu lagi. Andi ingin hidup Andi bisa berarti bagi orang lain. Karena itulah Andi sekolah, setidaknya kelak bisa memberi inspirasi pada orang lain. Tidak akan mungkin Andi bisa mendorong orang bermimpi untuk sekolah terus jika Andi tidak pernah melakukannya.

 

 Konon kabarnya menggunakan lentera kertas merupakan hal yang biasa di Jepang. Kertas itu melingkari lilin yang dinyalakan dan disangga dengan biting-biting bambu. Ada seorang buta yang mengunjungi kawannya. Karena hari sudah gelap, ia ditawari lentera untuk dibawa pulang. Ia tertawa mendengar tawaran itu. “Siang dan malam sama saja untuk Andi,” katanya. “Untuk apa lentera itu bagi Andi?” Kawannya mengatakan, “Memang benar, engkau tidak membutuhkannya untuk menemukan jalan ke rumahmu.

 

Tetapi mungkin lentera itu akan membantu supaya tidak ada orang yang menabrakmu dalam kegelapan.” Maka orang buta itu mulai berjalan dengan lenteranya. Tidak lama kemudian ia ditabrak oleh seseorang yang membuatnya tidak dapat berdiri seimbang lagi. Hai orang ceroboh,” teriak orang buta itu. “Tidak dapatkah engkau melihat lentera ini?”

 

“Kawan,” kata orang itu, “lenteramu sudah padam Demikianlah. Sebagai seorang penulis, maka Andi harus menjelaskan kepada orang lain mengenai apa yang Andi ingin ia bisa lakukan. Sebagai seorang yang sedang Belajar menulis setiap hari, Andi ingin menyampaikan kepada orang lain. 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar