Andi ingin lebih banyak orang bermimpi untuk terus bersekolah. Satu lagi. Andi ingin hidup Andi bisa berarti bagi orang lain. Karena itulah Andi sekolah, setidaknya kelak bisa memberi inspirasi pada orang lain. Tidak akan mungkin Andi bisa mendorong orang bermimpi untuk sekolah terus jika Andi tidak pernah melakukannya.
Konon
kabarnya menggunakan lentera kertas merupakan hal yang biasa di Jepang. Kertas
itu melingkari lilin yang dinyalakan dan disangga dengan biting-biting bambu.
Ada seorang buta yang mengunjungi kawannya. Karena hari sudah gelap, ia
ditawari lentera untuk dibawa pulang. Ia tertawa mendengar tawaran itu. “Siang
dan malam sama saja untuk Andi,” katanya. “Untuk apa lentera itu bagi Andi?” Kawannya
mengatakan, “Memang benar, engkau tidak membutuhkannya untuk menemukan jalan ke
rumahmu.
Tetapi mungkin lentera itu akan membantu
supaya tidak ada orang yang menabrakmu dalam kegelapan.” Maka orang buta itu
mulai berjalan dengan lenteranya. Tidak lama kemudian ia ditabrak oleh
seseorang yang membuatnya tidak dapat berdiri seimbang lagi. Hai orang
ceroboh,” teriak orang buta itu. “Tidak dapatkah engkau melihat lentera ini?”
“Kawan,” kata orang itu, “lenteramu
sudah padam Demikianlah. Sebagai seorang penulis, maka Andi harus menjelaskan
kepada orang lain mengenai apa yang Andi ingin ia bisa lakukan. Sebagai seorang
yang sedang Belajar menulis setiap hari, Andi ingin menyampaikan kepada orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar