Sebelum memasuki musim dingin ada baiknya membeli keperluan untuk itu karena akan sangat mahal ketika sudah memasuki musimnya. Diantaranya adalah jaket yang bisa menahan dingin dan sepatu tanpa pori yang bisa membuat kita tetap terjaga hangatnya.
Prinsipnya
satu saja: jangan sampai ada udara dingin yang masuk ke dalam tubuh kita.
Harga-harga di Duriangkang memang
bervariasi dan hadirnya tergantung musim. Pakaian musim dingin, misalnya,
harganya akan turun ketika musim itu berlalu dan paling tinggi ketika sudah
memasuki musim dingin. Tetapi jangan khawatir karena di Duriankang biasa ada sale di Mall Bida Ayu.
Kesempatan itu bisa kita manfaatkan
untuk membeli barang-barang yang kita sukai. Mahasiswa selalu ingin menggunakan
setiap receh dengan baik. Menemukan factory
outlet yang menjual barang-barang bermerek jelas sangat penting. Bukan hanya untuk Andi pakai, tetapi juga untuk
dibawa sebagai oleh-oleh.
Di
Muka Kuning Sungai Beduk, bukan hanya ada factory
outlet, market street juga ada. Bahkan second hand market juga ada. Kita bisa menemukan barang-barang yang mahal
dengan harga miring asalkan kita bisa menawar dengan harga yang sesuai dengan
kantong kita. Tempat-tempat seperti itu tentunya bisa kita dapatkan jika kita
bergaul dengan penduduk lokal yang sudah lama bermukim di tempat itu.
Makanan tentunya juga harus kita
sesuaikan. Tetapi Andi bukan orang yang bisa menyesuaikan diri dengan makanan Duriangkang.
Di Duriangkang maupun di Mangsang, mudah menemukan beras. Dimana-mana ada saja
toko China yang menjual beras. Itu sudah cukup menyenangkan.
Sekali-sekali bolehlah, tetapi untuk
menjadi makanan rutin, Andi angkat tangan aja
deh. Andi selalu menyempatkan diri untuk sarapan, makan siang dan makan
malam secara rutin karena Andi tetap ingin sehat dan tidak sakit.
#Istikamahberbagi#Irwandhie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar