Sampai larut malam di perpustakaan, Andi kemudian menutup Laptop dan pulang ke rumah. Esok harinya Andi ingin melanjutkan pekerjaan Andi tersebut. Alangkah terkejutnya Andi karena tulisan tersebut hilang. Panik. Andi coba cari ke berbagai folder atau lokasi. Tidak ketemu juga.
Andi sempat menangis karena waktu itu Andi
langsung menuliskannya tanpa menggunakan kertas konsep. Terpaksalah Andi
mengulangi lagi tulisan tersebut dan beruntung karena masih ingat. Kejadian
yang sama terulang kembali di Duriangkang.
Setelah bekerja dari subuh sampai siang, Andi
berhenti untuk beristirahat. Karena pengalaman di Pandan Wangi, maka setiap
kali Andi berhenti bekerja, Andi akan langsung mengirimkannya ke email serta
menyimpannya di dropbox. Saat itu
Andi menunda melakukannya karena Andi buru-buru.
Entah apa yang terjadi pada laptop Andi,
ketika Andi buka file yang barusan
Andi ketik, ternyata sama sekali tidak ada. Kembali Andi panik. Andi jumpai
teman untuk mencoba menemukan kembali file
tersebut. Tetapi apa daya, setelah beberapa jam mencoba mencari tahu apa yang
terjadi, Andi pun kehilangan pekerjaan yang Andi tidak bisa ulangi lagi dengan
persis sama.
Sejak saat itu, Andi selalu menyimpan file Andi di berbagai tempat supaya
kejadian yang sama tidak terulang kembali. Andi beruntung karena sudah biasa
menulis. Karena itu Andi tidak kesulitan didalam melakukan proses penyusunan
tulisan. Yang diperlukan memang adalah ide-ide detailnya dahulu, barulah
menyusunnya dalam bentuk tulisan.
Saran Andi, jika ingin menulis sebuah
tulisan ilmiah, rancangan mengenai ide-ide ini harus dimatangkan terlebih
dahulu. Tanpa itu maka kita akan menuliskan apa saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar