Karena itulah cerpen ini Andi bagikan
secara gratis. Bagi Andi, dengan cara itu, Andi akan mencapai maksud penulisan cerpen
ini dengan lebih mudah dan menyebarkan pengalaman kepada lebih banyak orang.
Andi ingin orang lain juga bermimpi sekolah tinggi-tinggi. Mimpi untuk
bersekolah setinggi mungkin adalah mimpi yang harus terus menerus dibagikan
kepada bangsa ini, supaya bangsa kita bisa lebih maju dan lebih berjaya, suatu
saat kelak, dengan generasi baru bermental terdidik.
Suatu hari anak Andi yang paling kecil,
nama panggilannya Aisyah, baru berusia beberapa bulan. Ia sudah
menggerak-gerakkan kakinya seolah ingin turun dari pelukan kita. Pada usia
tujuh bulan, ia sudah bisa merangkak cepat menggunakan dadanya. Di usia satu
tahun, ia sudah mampu berdiri sendiri—tanpa harus kami pegang dan tuntun—dan
beberapa saat kemudian sudah bisa berjalan.
Kini ia sudah bisa berlari-lari,
melompat, memanjat bahkan bermain bola. Aisyah
memperlihatkan kemampuan seorang manusia yang sangat sederhana tetapi penting,
yaitu kekuatan untuk menjadi lebih baik. Manusia dibentuk dari dalam kandungan
dan dilahirkan dengan kekuatan serta natur purba yang sangat khas, yaitu
semangat untuk menjadi lebih baik.
Dengan segenap potensi yang ada, natur purba
itu mendorong seorang bayi untuk bergerak melewati batas-batas kemampuannya
sendiri. Kekuatan itu mampu membuat seorang balita melakukan sesuatu yang
mencengangkan. Endingnya banyak manusia ketika dewasa kehilangan potensi
tersebut. Banyak yang lekas putus asa, kecewa dan putus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar