Salah satu tantangan besar ketika melanjutkan studi ke luar Sumatera Barat adalah jarak. Jarak bisa mengakibatkan kita kehilangan momentum penting, diantaranya
ketika saat duka datang. Ketika Andi
baru sebulan berada di Kepulauan riau, Kakek Andi meninggal dunia. Betapa kecewanya
dan sedihnya hati Andi kehilangan sosok yang begitu penting bagi Andi.
Andi kecewa karena tidak sempat
menyaksikan ia pergi. Tetapi itulah. Meski kemudian Andi diizinkan oleh pihak
kampus untuk pulang ke Pasaman Timur selama 15 hari, kembali meneruskan studi
saat itu amatlah berat. Kehilangan sosok yang begitu mendalam peranannya dalam
hidup Andi, jelas sangat tidak mudah. Andi terkadang menangis sendiri dalam
perjalanan atau ketika sendirian ketika kembali ke Duriangkang Kepulauan Riau.
Teringat masa kecil dan semua yang sudah
dijalani bersama Kakek. Tetapi ketika teringat dengan semangatnya mendorong
Andi sekolah sejak dari dulu, Andi kembali perlahan-lahan menata komitmen untuk
menuntaskan perkualiahan Waktu itu Andi meminta izin kepada pihak kampus agar
diperkenankan pulang ke Rao Selatan.
Sungguh alangkah pengertiannya mereka. Bukan
saja mengizinkan Andi pergi, tetapi mereka juga menyisihkan bahan-bahan yang
telah disampaikan di kelas sewaktu Andi pergi. Secara umum, dari pengalaman
Andi, universitas di luar Sumatera Barat memang memiliki performa yang cukup
baik didalam menolong dan memberikan layanan kepada mahasiswanya. Mereka tidak
ingin kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kepada setiap mahasiswa bahwa
mereka memiliki reputasi yang sangat luar biasa.
#Istikamahberbagi#Irwandhie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar